Foto Badan Pengurus Forum Genre Indonesia NTT
Forum Genre (Generasi Berencana)
di Indonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kualitas
generasi muda melalui perencanaan kehidupan yang matang sejak usia remaja.
Program ini digagas oleh BKKBN/KEMENDUKBANGGA sebagai respons terhadap berbagai permasalahan
remaja, seperti tingginya angka pernikahan usia dini, rendahnya pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi, serta meningkatnya risiko perilaku menyimpang di
kalangan generasi muda. Secara historis, cikal bakal program ini sudah mulai
terlihat sejak awal tahun 2000-an ketika pemerintah mulai memberi perhatian
lebih pada isu remaja melalui pendekatan pendidikan kependudukan dan keluarga
berencana. Namun, konsep Generasi Berencana (GenRe) secara resmi mulai
diperkuat sekitar tahun 2010 melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling
Remaja (PIK-R) di sekolah dan komunitas. Dari sinilah lahir kebutuhan akan
wadah yang lebih luas untuk menghimpun para remaja aktif, yang kemudian dikenal
sebagai Forum Genre.
Forum Genre Indonesia berkembang
sebagai organisasi kepemudaan berbasis partisipasi remaja yang berfungsi
sebagai mitra strategis BKKBN/KEMENDUKBANGGA dalam menyosialisasikan program GenRe. Forum ini
beranggotakan para Duta GenRe yang terpilih dari berbagai daerah melalui ajang
pemilihan tahunan. Para duta ini berperan sebagai role model sekaligus agen
perubahan di lingkungan masing-masing. Seiring waktu, Forum Genre mengalami
perkembangan signifikan, baik dari segi struktur organisasi maupun cakupan
kegiatan. Forum ini memiliki kepengurusan berjenjang mulai dari tingkat
nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota. Di tingkat nasional, Forum Genre
berperan dalam merancang program strategis dan kampanye berskala luas,
sementara di tingkat daerah fokus pada implementasi program sesuai dengan
kebutuhan lokal. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi kesehatan reproduksi,
kampanye pendewasaan usia perkawinan (PUP), pencegahan TRIAD KRR (seksualitas
berisiko, HIV/AIDS, dan napza), stunting, serta pengembangan keterampilan hidup (life skills)
bagi remaja.
Dalam perjalanannya, Forum Genre
Indonesia juga memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana
edukasi dan kampanye. Media sosial menjadi alat utama dalam menyebarkan
informasi kepada remaja secara luas dan cepat. Selain itu, Forum Genre juga
menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kementerian terkait, lembaga
pendidikan, organisasi kepemudaan, serta lembaga swadaya masyarakat. Keberadaan
Forum Genre terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran
remaja terhadap pentingnya perencanaan masa depan, pendidikan, dan kesehatan.
Namun, tantangan tetap ada, seperti kesenjangan akses informasi antara wilayah
perkotaan dan pedesaan, serta perbedaan budaya yang memengaruhi pola pikir
remaja di berbagai daerah di Indonesia.
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur,
Forum Genre mulai berkembang sebagai bagian dari implementasi program GenRe di
tingkat daerah sekitar awal hingga pertengahan tahun 2010-an. Pembentukannya
diawali melalui kegiatan pemilihan Duta GenRe di tingkat kabupaten/kota yang
diselenggarakan oleh perwakilan BKKBN/KEMENDUKBANGGA daerah. Para duta yang terpilih kemudian
menjadi penggerak utama dalam membentuk komunitas remaja yang peduli terhadap
isu-isu kependudukan dan perencanaan kehidupan. Seiring berjalannya waktu,
terbentuklah Forum Genre tingkat provinsi yang berfungsi sebagai wadah
koordinasi dan komunikasi antar Forum Genre di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Forum ini tidak hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga sebagai
tempat pengembangan kapasitas remaja melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan
sosial.
Perkembangan Forum Genre di NTT
menunjukkan dinamika yang cukup signifikan meskipun dihadapkan pada berbagai
tantangan geografis dan sosial. Wilayah NTT yang terdiri dari banyak pulau
menyebabkan distribusi informasi dan koordinasi kegiatan menjadi tidak merata.
Namun demikian, semangat para anggota Forum Genre tetap tinggi dalam
menjalankan berbagai program edukasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi
sosialisasi pendewasaan usia perkawinan, edukasi kesehatan reproduksi, stunting, serta
kampanye pencegahan pernikahan dini dan perilaku berisiko. Aktivitas ini sering
dilaksanakan di berbagai wilayah, terutama di kota-kota seperti Kupang, tetapi
juga mulai menjangkau daerah-daerah terpencil melalui kerja sama dengan
sekolah, gereja, dan komunitas lokal. Pendekatan berbasis budaya lokal juga
menjadi strategi penting dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih
mudah diterima.
Secara kelembagaan, Forum Genre
NTT mencapai tonggak penting ketika secara resmi dikukuhkan pada 28 Juli 2016
di Kupang sebagai organisasi formal. Forum ini berlandaskan nilai-nilai
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta substansi program GenRe. Pengukuhan
tersebut dilakukan oleh Kepala Perwakilan BKKBN/KEMENDUKBANGGA Provinsi NTT, yaitu Marianus
Mau Kuru, SE.,MPH. Sejak saat itu, Forum Genre Indonesia NTT berkembang pesat dengan jangkauan
yang luas, mencakup ratusan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R),
ratusan alumni Duta GenRe, serta forum yang tersebar di berbagai kabupaten/kota
seperti Kupang, Sikka, Ende, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Rote Ndao, Timor Tengah
Utara, Timor Tengah Selatan, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Barat
Daya. Keberadaan jaringan ini memperkuat peran Forum Genre sebagai wadah
koordinasi dan kolaborasi remaja di seluruh wilayah NTT.
Forum Genre Indonesia NTT memiliki visi
untuk mewujudkan generasi berencana yang proaktif, inovatif, dinamis, dan
terhindar dari TRIAD KRR. Visi ini dijabarkan dalam berbagai misi, antara lain
membina dan mensinergikan hubungan antara Forum Genre tingkat provinsi dengan
Duta GenRe serta PIK-R di seluruh kabupaten/kota, memperkuat kontrol remaja
dalam pengambilan keputusan, serta menjadi media komunikasi dan informasi dalam
meningkatkan pengetahuan remaja terkait TRIAD KRR. Dengan motto “Beta GenRe,
Beta Beraksi, Salam GenRe,” Forum Genre NTT menegaskan identitasnya sebagai
gerakan aktif yang mendorong partisipasi nyata generasi muda dalam pembangunan.
Dalam pelaksanaannya, Forum Genre
NTT aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berdampak langsung pada
remaja, seperti sosialisasi dan edukasi mengenai stunting serta TRIAD KRR di
seluruh kabupaten/kota di NTT, pembinaan PIK-R, diskusi lintas komunitas,
pemilihan Duta GenRe tahunan, serta kampanye digital melalui media sosial.
Untuk mendukung efektivitas program, Forum Genre NTT juga memiliki struktur
organisasi yang terbagi dalam beberapa bidang, yaitu bidang pemberdayaan sumber
daya manusia yang berfokus pada peningkatan kapasitas anggota dan kaderisasi,
bidang ekonomi kreatif yang mengelola pendanaan serta pengembangan
kewirausahaan, bidang kerja sama yang menjalin kemitraan dengan berbagai pihak,
serta bidang jaringan dan komunikasi yang bertanggung jawab atas publikasi dan
dokumentasi kegiatan.
Memasuki periode kepengurusan
2024–2027, Forum Genre Indonesia NTT terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi
remaja yang dinamis dan adaptif. Kepengurusan saat ini diketuai oleh Florisca
Leo, didampingi oleh Retnowati Nes, S.K.M sebagai wakil ketua, Heru Aldi Benu sebagai
sekretaris, dan Guen Kana Huru, S.Psi sebagai bendahara. Dengan kepengurusan ini,
Forum Genre NTT diharapkan mampu terus berkembang, memperluas jangkauan
program, serta memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan di tengah
masyarakat.
Secara keseluruhan, perjalanan
Forum Genre dari tingkat nasional hingga daerah, termasuk di NTT, menunjukkan
komitmen yang kuat dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Forum ini
tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang aktualisasi diri bagi
remaja untuk berkontribusi secara nyata. Meskipun menghadapi berbagai
tantangan, baik dari segi geografis, sosial, maupun sumber daya, Forum Genre
tetap menjadi salah satu gerakan strategis dalam menciptakan generasi Indonesia
yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar